Senin, 30 Agustus 2010

Pengertian, Keutamaan, dan Tata Tertib Shalat Tahajjud

Pengertian, Keutamaan, dan Tata Tertib Shalat Tahajjud

Pengertian Shalat tahajjud
Shalat tahajjud adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah tidur,adapun batas waktunya adalah setelah shalat isya sampai sebelum subuh.

Keutamaan Shalat tahajjud

  • Allah telah memerintahkan kepada Nabi-Nya agar menjalankan shalat malam itu sebagaimama firman-Nya:
وَ مِنَ اْلَيْلِ فَتَهَجَدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًامَحْمُوْدًا
Dan dari sebagian malam itu gunakanlah untuk bertahajjud sebagai shalat sunnah bagimu, semoga Tuhanmu akan membangkitkanmu pada kedudukan yang terpuji.”

  • Dijelasakan oleh Allah bahwa orang-orang yang menjaga shalat malam itulah sebenarnya yang berhak dan layak menerima kebaikan serta rahmat-Nya, sebagaimana firman-Nya:
إِنَّ المُتَقِيْنََ فِى جَنَاتٍ وَعُيُوْنٍ أخِذِنًَ مَااتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوْاقَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِيْنَ كَانُواقَلِيْلاً مِنَ اللَيْلِ مَايَهْجَعُوْنَ وَ بِالأَسْحَارِهُمْ يَشْتَغْفِرُوْنَ.
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam kebun-kebun dikelilingi mata air. Mereka menerima segala pemberian Allah, sebab dahulu sebelum itu mereka selalu berbuat kebaikan. Bahkan dahulu mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi-pagi sebelum fajar.

  • Mereka dipuji oleh Allah dan dimasukkan dalam golongan hamba-hamba-Nya yang berbakti,sebagaimana firman-Nya:
وَعِبَادُالرَّحْمَنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَطَبَهُمُ اْلَجَاهَلُوْنَ قَالُواْسَلاَمًا,وَاَلَّذِيْنَ يَبِيْتُوْنَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا.
Dan hamba-hamba Allah Yang Maha Pengasih, ialah mereka yang berjalan di bumi dengan merendahkan diri dan apabila diganggu oleh pembicaraan orang-orang bodoh, mereka itu semalam-malaman beribadat kapada Allah, baik dengan sujud maupun dengan berdiri.”

  • Mereka diakui keimanannya oleh Allah.

  • Abdullah Bin Salam berkata:
Pada waktu pertama kali Rasulullah saw datang di Madinah, orang-orang pun berduyun–duyun mengerumuninya. Saya sendiri orang yang datang kepadanya. Ketika saya perhatikan wajahnya, yakinlah saya bahwa wajah beliau itu bukan wajah seorang pendusta. Pertama-tama sabda yang saya dengar dari beliau adalah: ‘Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan, hubungilah semua kerabat, bershalatlah di waktu malam dikala orang-orang sedang tidur, pasti kamu semua akan masuk surga dengan selamat sejahtera.

  • Salman Farisi berkata:
Rasulullah saw bersabda: ‘Kerjakanlah shalat malam, sebab itu adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelummu dahulu, juga suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah, pula sebagai penebus kejelekan-kejelekanmu, pencegah dosa serta dapat menghalaukan penyakit dari badan’.” 

Waktu Shalat Tahajjud
Shalat tahajjud itu dapat dikerjakan dipermulaan, di pertengahan atau di penghabisan malam, asalkan sesudah menunaikan shalat isya dan sesedah tidur. Sebaik-baiknya waktu untuk melakukan shalat malam itu ialah sepertiga malam yang terakhir.

  1. Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw bersabda:”Tuhan kita ‘azza wa jalla tiap malam turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir. Pada saat itu Allah berfirman: ‘Barang siapa yang berdo’a kepada-Ku pasti Kukabulkan, barang siapa yang memohon pada-Ku pasti Kuberi, dan barang siapa yang meminta ampun padaKu pasti Ku ampuni.’

  2. Dari Amr bin Absah : “Saya mendengar Nabi saw bersabda: ‘Sedekat-dekatnya hamba pada Allah ialah pada tengah malam yang terakhir. Maka jikalau engkau dapat termasuk golongan orang yang berdzikir kepada Allah pada saat itu, usahakanlah’!
      
    Bilangan Rakaat Shalat Tahajjud 
    Shalat malam itu tidak mempunyai bilangan yang terbatas atau tertentu, jadi sudah hasil hanya dengan serakaat shalat sunnah witir sesudah isya.
    Dari Anas r.a. dari Nabi saw sabdaya: “Shalat di mesjidku ini sama nilainya dengan sepuluh ribu shalat, shalat di masjidil haram sama dengan seratus ribu shalat, shalat di medan jihad sama dengan dua juta shalat. Tapi yang lebih banyak dari kesemuanya itu adalah dua rakaat yang dikerjakan oleh seseorang hamba di tengah malam.” 
    Yang lebih utama ialah menetapkan shalat malam secara terus-menerus sebanyak sebelas atau tiga belas rakaat. 
Tata Tertib Shalat Tahajjud
Seseorang yang hendak melakukan shalat malam itu disunatkan:

    1. Di waktu akan tidur, hendaklah ia berniat hendak bangun untuk bershalat.

    2. Berusaha menghilangkan kantuk itu dari mukanya di kala bangun, kemudian bersuci.

    3. Sebaiknya shalat malam itu dimulai dengan mengerjakan dua rakaat yang ringan dan selanjutnya bolehlah bershalat sesuka hati.

    4. Hendaknya dibangunkan pula keluarga.

    5. Hendaklah menghentikan shalat dulu dan kembali tidur bila terasa sangat mengantuk sampai hilang kantuknya itu.

    6. Hendaknya jangan memberatkan diri. Jadi hendaklah bershalat malam itu tidak sekedar tenaga, tetapi hendaklah mengerjakannya dengan tekun dan jangan sampai meninggalkan kecuali dalam keadaan yang sangat terpaksa. 

      KIAT MEMPERMUDAH BANGUN MALAM 
Imam Ghazali rah.a. telah membagi asbab (cara memudahkan) bangun malam menjadi dua, yaitu zahir dan sebab bathin.

      1. Asbab zhahir yaitu:

  1. Menyedikitkan makan, karena banyak makan akan banyak minum dan banyak tidur sehingga susah bangun tahajjud.

  2. Mengurangi kesibukan, keletihan dan pekerjaan-pekerjaan berat di siang hari karena apabila terlalu letih maka akan banyak tidur.

  3. Jangan meninggalkan qailullah (tidur pada siang hari) karena ini juga akan memudahkan bangun malam. Rasulullah saw bersabda “Qailullah-lah di siang hari dan carilah pertolongan Allah Qiyamullail”.

  4. Hindarilah maksiat dan dosa-dosa karena ini juga memudahkan bangun malam. Sebab apabila seorang berdosa maka hatinya akan keras dan kerasnya hati akan menjauhkan diri dari Allah SWT.

      1. Asbab Bathin yaitu:

        1. Menjaga hati dari sifat kinah (mengada-ada), bid’ah serta merisaukan dan memikirkan perkara duniawi, karena barang siapa sibuk dengan memikirkan dunia, ia tidak akan mudah untuk bangun malam.

        2. Takut akan akhirat, membayangkan pemandangan neraka, dan menahan tidur manusia.

        3. Fikirkanlah keutamaan tahajjud yang tertera dalam ayat al-qur’an, hadits, dan atsar. Supaya timbul gairah dalam hati untuk mendapatkan pahala.

        4. Timbulkanlah keyakinan dalam hati bahwa berapa banyak ayat Al-qur’an yang di baca dalam shalat, hakekatnya adalah berbicara pada Allah SWT dan Allah SWT mengetahuinya. 

          ADAB-ADAB TAHAJJUD DAN MASALAH–MASALAH TAHAJJUD SECARA FIQH
Adapun adab-adab shalat tahajjud adalah sebagai berikut:

  1. Apabila bangun untuk shalat tahajjud maka yang pertama kali adalah berdzikir kepada Allah SWT,

  2. Apabila bangun shalat tahajjud maka berwudhulah dan bersiwaklah karena itu adalah salah satu adab-adab dalam shalat tahajjud.

  3. Sebagian para ulama berpendapat bahwa apabila bangun pada malam hari hendaknya mandi. Kebiasaan Abdul Azis bin Zakaria dan kawan-kawannya, yaitu setiap malam setelah shalat isya mandi untuk beribadah karena mandi sebelum shalat tahajjud adalah lebih baik.

  4. Memakai wangi-wangian dan memakai pakaian yang bagus.

  5. Setelah semua yang telah disebutkan di atas dilaksanakan maka bentangkan sajadah dan berdirilah menghadap kiblat dengan penuh khusu dan khudu. Kemudian bacalah doa sebagaimana yang terdapat dalam berbagai hadits. Setelah itu mulailah shalat.

  6. Pada waktu shalat tahajjud yakni pada waktu ruku, berdiri, dan sujud hendaknya setiap bacaannya dibaca satu kali, sebagaimana telah diriwayatkan dari Rasulullah saw.

  7. Hendaklah membaca Al-qur’an dengan tartil.

  8. Hendaklah berdo’a ketika mendengar ataupun membaca ayat rahmat atau ayat azab.

  9. Ketika melaksanakan shalat tahajjud, hendaklah tawajjuh pada Allah dengan sempurna dan hendaklah menangis.

  10. Apabila datang kantuk maka tidurlah.

  11. Kalau tertinggal bangun malam (shalat tahajjud) maka hendaklah menggantinya pada siang hari hal ini juga termasuk adab.

  12. Berniat untuk bangun malam (shalat tahajjud) sebelumnya, karena kalau tertidur terus (sehingga tidak bangun), Allah akan memberikan juga pahala shalat tahajjud.

  13. Barang siapa meyakini akan bangun pada akhir malam maka sunnah baginya mengakhirkan shalat witir.
Masalah-masalah tahajjud secara fiqh:

  1. Menurut para fuqaha (ulama ahli fiqh) shalat tahajjud adalah mustahab, dan mereka menggolongkannya pada mandubat lail (amalan sunnah di malam hari). Akan tetapi qadhi tsanaullah mencatatnya sebagai sunnah muakadah (sunnah yang dikuatkan/ditekankan).

  2. Para fuqaha pada umumnya berpendapat bahwa shalat tahajjud sekurang-kurangnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya delapan rakaat. Akan tetapi pada sebagian riwayat di jelaskan juga dua belas rakaat dan tidak ada sumbernya lebih dari dua belas rakaat.

  3. Orang yang sudah biasa istiqomah melakukan shalat tahajjud maka makruh meninggalkannya jika tanpa udzur (halangan)

  4. Berdasarkan hasil fatwa ulama shalat tahajjud lebih utama dilakukan dua rakaat dua rakaat.

  5. Shalat tahajjud pada sepertiga malam yang akhir adalah lebih utama.

    http://www.anakciremai.com/2008/04/makalah-fiqih-tentang-sholat-tahajud.html

0 Responses to “Pengertian, Keutamaan, dan Tata Tertib Shalat Tahajjud”

Poskan Komentar

Back To Top